6.11.2010

Korban Bentrokan Cengar Masih dalam Perawatan


Korban Bentrokan Cengar Masih dalam PerawatanMELAYAT : Bupati Kuansing H Sukarmis dan Wakil Bupati Drs H Mursini MSi, Sekda Drs H Zulkifli MSi, dan sejumlah tokoh masyarakat melayat ke rumah duka Jusniar warga Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Rabu (9/6/2010).

Hingga hari ketiga pasca kejadian bentrokan berdarah di Cengar, Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, Selasa (8/6) lalu, Disman (45) warga asal Desa Kasang Kecamatan Kuantan Mudik, masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Kuantan.
  Namun hingga saat ini, pihak RSUD Teluk Kuantan masih belum bisa memastikan penyebab luka yang dialami Disman. ‘’Apakah luka tersebut disebabkan bekas tembakan peluru seperti yang disebut selama ini, atau tidak, kita belum bisa pastikan. Namun memang betul, korban mengalami luka bagian perut,’’ ungkap Direktur RSUD Teluk Kuantan dr H Djasmudin Djalal MKes menjawab Riau Pos, Kamis (10/6) di kantor bupati.

Bahkan pihaknya sudah melakukan ronsen terhadap Disman. Hasil ronsen yang dilakukan terhadap Disman, tidak menemukan proyektir peluru berada di dalam perut Disman. ‘’Tidak ada ditemukan peluru di dalam perutnya. Karena itu kita tidak bisa pastikan bekas peluru. Tapi untuk sementara luka tapi bekas benda tajam,’’ tambahnya.

Namun begitu, pihaknya ada rencana akan melakukan ronsen tahap kedua. Kondisi Disman saat ini dalam kondisi sadar dan bukan koma. Selain Disman, Djasmudin mengatakan, ada satu orang warga lain yang mengalami luka-luka memar di RSUD. Namun dirinya belum tau pasti. Kondisinya pun tidak terlalu parah.

Sedangkan untuk warga bernama Jusniar yang meninggal dunia, belum dilakukan otopsi. Karena otopsi dilakukan di Padang, Sumbar. Djasmudin menyebutkan, saat ini perawatan Disman ditangani dokter spesialis bedah yang juga konsultan dokter spesialis bedah RSUD Teluk Kuantan Dr Vatar Usman SPb. Disman pertama kali di terima dokter jaga yakni dr Heriswandi.

Namun yang jelas, bila ada peluru di dalam perut korban, pihaknya akan berupaya mengeluarkannya. Tetapi sejauh ini, lagi-lagi Djasmudin menyebutkan belum ditemukan peluru yang berada di perutnya. Pihak rumah sakit juga tidak bisa beranda-andai. Karena semuanya harus jelas dan pasti. Dikatakannya, yang jelas kewajiban rumah sakit adalah merawat korban hingga pulih seperti semula.(nto)
Reaksi:

0 komentar: