10.07.2010

Jakarta Ambles karena Pengambilan Air Tanah?


"Pengambilan air tanah tersebut terjadi karena ketersediaan air baku belum maksimal."

Ancaman Jakarta bakal tenggelam bukan isapan jempol, bahkan kekhawatiran itu diperkirakan kian mendekat.

Hasil survei yang dilakukan melalui global positioning system (GPS) oleh Geodesi Dinas Perindustrian dan Energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menyimpulkan sedikitnya 60 titik di Jakarta, khususnya Jakarta Utara rawan amblas akibat penurunan tanah mencapai 116 sentimeter (1,6 meter) selama delapan tahun.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Peni Susanti, mengatakan salah satu penyebab penurunan tanah di Jakarta akibat pengambilan air tanah secara berlebihan yang kontribusi saat ini mencapai 17,5 persen.  

"Pengambilan air tanah tersebut terjadi karena ketersediaan air baku belum maksimal," kata Peni saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Minggu 3 Oktober 2010.

Saat ini, dia menjelaskan, perlu dilakukan langkah secara maksimal untuk mencegah terjadinya penurunan permukaan tanah. Salah satunya pengendalian berupa pengurangan penggunaan air tanah.
"Perlu digencarkan kampanye penggunaan air pipa. Program air perpipaan tentunya diarahkan ke lokasi yang mempunyai kecenderungan mengalami penurunan," ujarnya.

Sebelumnya, konsultan Geodesi Dinas Perindustrian dan Energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Heri Andreas, mengatakan, dari hasil survei dan penelitian yang dilakukan membuktikan terjadinya penurunan permukaan tanah. "Apakah Jakarta bisa tenggelam, bisa saja kalau semua hanya tidur dan tidak berbuat sesuatu," ujarnya beberapa waktu lalu.

Dalam penjabarannya untuk wilayah utara, penurunan terjadi di Mutiara Baru, Pantai Muara, Pantai Indah Kapuk, dan Ancol. Penurunan tertinggi terjadi di Mutiara Baru yang mencapai 116 sentimeter dalam kurun waktu delapan tahun (2002-2010).

Sedangkan untuk wilayah barat, penurunan permukaan tanah terjadi di Cengkareng Barat sedalam 65 sentimeter. Di wilayah timur, penurunan terjadi di sekitar Kelapa Gading yang mencapai 47 sentimeter.
Sementara itu, di wilayah selatan, penurunan tanah terjadi di Cibubur hingga Kebayoran yang kedalamannya mencapai 11 sentimeter. Adapun di wilayah pusat, penurunan tanah terjadi di sekitar Monas, Gambir dengan kedalaman 15 sentimeter
Reaksi:

0 komentar: