10.06.2010

Media Berperan Jaga Hubungan RI-Malaysia

Protes Malaysia (Foto: Corbis.com)
JAKARTA - Media selama ini dianggap sebagai pihak yang berperan penting menjaga hubungan Indonesia dengan Malaysia, kadang sering pula dianggap biang keladi memanasnya hubungan kedua negara tetangga.

Dalam roundtable discussion yang diprakarsai oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Malaysia dan Kementerian Luar Negeri Indonesia, di Hotel Borobudur di Jakarta hari ini, empat tokoh media Indonesia memaparkan peranan media dalam menjaga hubungan bilateral Indonesia - Malaysia.
Menurut Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Drs Tarman Azam, Indonesia - Malaysia memang sudah takdirnya untuk bertetangga, untuk itu kedua negara harus mampu mengelola hubungan ini. Sementara kalangan pers bukanlah lembaga yang selalu bisa dianggap benar, ada kalanya pers membuat kesalahan.
Sementara Pemimpin Redaksi RCTI Arif Suditomo menekankan, perlunya editorial yang melihat ke dalam kebijakan pemerintah sendiri. Dalam artian, Indonesia harus berani melihat permasalahan internalnya guna menidentifikasi masalah kedepan khususnya dalam hubungan diplomatik dengan Malaysia.
Komentar Arif Suditomo ini turut didukung oleh Pemimpin Redaksi dari Metro TV Saur Hutabarat. Namun Saur menyangsikan kesanggupan media Malaysia untuk mengkritik pemerintahannya sendiri. 
"Persaingan antara Indonesia - Malaysia tidak lebih dari pertarungan resources atau sumber daya, khususnya pada masalah perbatasan," ungkap Saur Hutabarat pada diskusi Optimalisasi hubungan bilateral Indonesia-Malaysia di Hotel Borobudur, Jakarta hari ini.
Terlepas dari semua itu satu yang penting patut diperhatikan kedua negara yaitu kepercayaan. Menurut CEO Antara Ahmad Mukhlis kepercayaan menjadi penguat dari hubungan kedua negara serumpun ini.
Reaksi:

0 komentar: