4.12.2011

Akademisi Muslim Tawarkan Solusi Praktis Atasi Terorisme

Tokoh Muslim terkemuka, Dr Muhammad Tahir-ul-Qadri, dalam langkah terbarunya, mencoba memberikan beberapa solusi prktis dalam menangani isu terorisme yang berkembang. (Foto: Google)
WASHINGTON – Seorang otoritas Muslim terkemuka, Dr Muhammad Tahir-ul-Qadri, yang baru-baru ini menjadi berita utama di CNN, BBC News, Al Jazeera, Washington Times, dan Foreign Policy karena menyatakan kecaman yang paling komprehensif terhadap terorisme pasca 11 September, berpartisipasi dan berbicara pada Forum Dunia Islam-AS 2011 di Washington DC yang dimulai hari Selasa (12/4) waktu setempat. Dr Tahir-ul-Qadri adalah salah satu cendekiawan Muslim terkemuka yang dianggap bersuara paling lantang tentang kontraterorisme dan
menekankan pada promosi integrasi dan dialog antaragama untuk menangani Islamofobia di Barat. Karena itu, partisipasi dalam Forum Dunia Islam-AS dipandang oleh para ahli sebagai langkah signifikan yang akan membantu untuk memerangi terorisme dari perspektif ideologis dan intelektual dan menghentikan radikal dalam negeri yang merupakan salah satu ancaman signifikan yang saat ini tengah dihadapi oleh pemerintahan Obama karena telah mencapai tingkat tertingginya. Pemerintah AS juga akan bertemu dengan Dr Qadri dalam konferensi yang berlangsung selama tiga hari itu.
Dr Qadri telah diminta untuk berbicara di lima sesi berbeda tentang isu-isu seperti integrasi dan identitas, dampak media dan politik, keamanan dan kontraterorisme, perlakuan terhadap kaum minoritas, dan hubungan antaragama. Dia mempresentasikan solusi-solusi praktis karena dia juga berbicara dalam Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 2011 di Davos.
Dia mengatakan, "Untuk secara efektif berurusan dengan kontraterorisme perlu mempromosikan kohesi sosial, multikulturalisme, dan integrasi."
Dia mengatakan bahwa model isolasi dan asimilasi harus dihindari untuk mempromosikan kohesi sosial.
Dia juga mengatakan bahwa untuk mendekatkan kemanusiaan, perlu meluncurkan dialog antaragama di antara peradaban dan membangun jembatan antaragama untuk menghindari benturan peradaban.
Dia juga berbicara tentang versi Inggris dari buku terbarunya setebal 500 halaman, "Fatwa tentang Terorisme dan Bom Bunuh Diri", yang telah menjadi pukulan ideologis langsung bagi kelompok-kelompok teroris dan sepenuhnya menolak pemikiran bahwa pengebom bunuh diri akan masuk surga. Buku itu menyatakan bahwa pengebom bunuh diri terkucil dari agama mereka dan mereka akan masuk neraka. Fatwa Tentang Terorisme itu adalah langkah signifikan dalam merebut kembali Islam dari kaum radikal terutama di daerah-daerah kesukuan Pakistan. Dr Qadri adalah anggota parlemen Pakistan dan teman dekat mendiang Benazir Bhutto. Dia mengundurkan diri dari dunia politik karena kegagalan Jenderal Musharraf menghapus korupsi dan terorisme.
Dalam perjuangannya untuk memerangi terorisme dan ekstrimisme, Dr Qadri telah mempromosikan pesan perdamaian dan anti-terorismenya dalam beberapa kesempatan berbeda di seluruh dunia. Dalam kamp anti-terorisme selama tiga hari di Inggris pada bulan Agustus 2010 yang dihadiri oleh ratusan anak muda dari Eropa dan Amerika untuk dideradikalisasi, Dr Qadri mengatakan, "Aku umumkan perang intelektual dan spiritual melawan ekstrimisme dan terorisme."
Reaksi:

0 komentar: