4.12.2011

Balita Tanpa Anus Butuh Uluran Tangan

(Foto: Dedy Prianto/SUN TV)PAMEKASAN - Achmad Fahmi, balita berusia 10 bulan itu tergeletak di balai bambu rumahnya di Dusun Glugur, Desa Kodik, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, harus menanggung derita. Sebab sejak lahir dia tak memiliki anus.

Dalam kesehariannya Fahmi hanya bergantung pada saluran pembuangan yang dibuat di bagian perut bawah dan harus menahan sakit kala buang air besar lantaran tidak memiliki anus. Orangtuanya yang hanya seorang buruh serabutan tak mampu membiayai operasi untuk membuka anusnya.

Sumarni, ibu Fahmi, mengaku awalnya tidak menyangka anaknya lahir tanpa anus, Namun dengan besar hati dia membawa anaknya menjalani operasi di Surabaya untuk membuat lubang anus buatan, meski dengan biaya yang tidak sedikit.

Seentara itu, kakeh Fahmi yakni Supaat mengaku, keluarga juga sempat membawa Fachmi ke Surabaya untuk menjalani operasi lanjutan. Namun setelah di Surabaya tidak ada kamar di rumah sakit, dan akhirnya dibawa pulang kembali.

“Saya sudah ke Surabaya, namun setelah sampai di sana tidak dapat kamar untuk melakukan operasi, baru-baru ini pihak rumah sakit Surabaya menghubungi, jika sudah ada kamar untuk merawat cucunya itu, namun yang menjadi persoalan saat ini biaya untuk ke Surabaya tidak ada,” ujarnya.

Dengan adanya kondisi seperti itu pihaknya hanya bisa pasrah, sambil mencari pinjaman pada para tetangga untuk keperluan operasi. Belum lagi untuk kebutuhan popok yang dijadikan pembalut harganya Rp6.000 dan sehari harus ganti empat kali. Sungguh beban yang sangat berat bagi keluarga Fahmi yang tidak memiliki penghasilan tetap.
Reaksi:

0 komentar: