4.12.2011

Netanyahu: Flotilla Baru Menuju Gaza Harus Dihentikan!

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berbicara selama sebuah pertemuan dengan para duta besar Uni Eropa di Tel Aviv (11/4). Pada pidatonya dalam pertemuan tersebut, Netanyahu memperingatkan bahwa rencana pemberangkatan sebuah armada kapal  yang berupaya untuk menghentikan pemblokadean di Gaza harus dihentikan. (Foto: Reuters)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berbicara selama sebuah pertemuan dengan para duta besar Uni Eropa di Tel Aviv (11/4). Pada pidatonya dalam pertemuan tersebut, Netanyahu memperingatkan bahwa rencana pemberangkatan sebuah armada kapal yang berupaya untuk menghentikan pemblokadean di Gaza harus dihentikan. (Foto: Reuters)

TEL AVIV  – Perencanaan pemberangkatan sebuah armada kapal  yang berupaya untuk menghentikan pemblokadean di Gaza "harus dihentikan", Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan pada sebuah kelompok perwakilan Eropa. Berbicara pada sebuah jamuan makan siang dengan para pimpinan Uni Eropa tentang misi di Tel Aviv, Netanyahu mengatakan bahwa menghentikan armada kapal menuju kawasan pantai adalah sebuah "kepentingan bersama" bagi Israel dan Eropa.
"Kami sadar bahwa ada sebuah provokasi yang sedang diupayakan pada bulan Mei, kemungkinan sebuah armada kapal (flotilla) pada awal Juni, bukan sebuah armada kapal perdamaian namun sebuah provokasi, sebuah provokasi disengaja yang berusaha untuk menyulut bagian dari negara Timur Tengah ini," ia mengatakan.
"Saya pikir hal ini berada pada kepentingan Anda dan merupakan kepentingan bersama, dan saya pikir bahwa ini adalah sesuatu yang Anda harus… sampaikan kepada pemerintahan Anda, bahwa armada kapal ini harus dihentikan."
Para aktivis dari 25 negara merencanakan untuk berlayar sekitar 15 kapal menuju Gaza pada bulan Mei untuk menandai hari jadi pertama dari sebuah armada kapal yang lebih kecil yang berusaha untuk berlayar ke kawasan tersebut tahun lalu namun ditangkap oleh pasukan Israel.
Para komando Israel  menyerang kapal-kapal tersebut dalam sebuah operasi kontroversial yang menyisakan sembilan aktivis Turki tewas dan menarik kutukan dari internasional.
Awal bulan ini, Netanyahu meminta pimpinan PBB Ban Ki-moon untuk menghentikan kapal-kapal tersebut menghancurkan pemblokadean Gaza.
Ia mengatakan bahwa para penyelenggara armada kapal tersebut memasukkan "elemen yang tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah provokasi dan menimbulkan sebuah kebakaran besar." Israel menjatuhkan pemblokadeannya pada Gaza pada Juni 2006 setelah para pejuang menangkap Gilad Shalit dalam serangan penyeberangan perbatasan yang mematikan dari kawasan tersebut, di mana ia masih dalam tawanan.
Pelarangan Israel tentang impor dan ekspor diperketat satu tahun kemudian ketika Hamas merebut kekuasaan di kawasan yang terdiri dari 1,5 juta penduduk tersebut, menggulingkan  para pengikut setia pemimpin Fatah Mahmoud Abbas.
Di hadapan pengutukan internasional tentang serangan pada armada kapal tersebut, Israel melonggarkan beberapa pembatasan tentang barang-barang yang masuk dan keluar Gaza.
Namun Israel mempertahakan pembatasan ketat pada barang-barang yang pihaknya katakan dapat digunakan oleh Hamas, termasuk beberapa bahan-bahan bangunan, dan melanjutkan untuk mengendalikan kawasan udara Gaza dan akses laut.
Selama pertemuan Netanyahu pada hari Senin tersebut, duta besar Uni Eropa untuk Israel, Andrew Standley menunjukkan kekhawatiran blok tersebut "pada kurangnya perkembangan di dalam proses perdamaian Timur Tengah."
Ia mendesak kedua pihak untuk bergerak maju memperbarui pembicaraan dan menunjukkan harapan bahwa sebuah ketenangan tentatif antara Israel dan Hamas, dicapai setelah sebuah kemarahan dengan kekerasan di sekitar Jalur Gaza, akan dipertahankan.
Reaksi:

0 komentar: