5.05.2011

Bom Kali Soka Identik dengan Bom Masjid Polresta Cirebon

 

fotoJakarta - Detasemen Khusus Antiteror menemukan enam rangkaian bom pipa di Kali Soka, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Keenam rangkaian tersebut merupakan sisa rangkaian bom yang meledak di kompleks Mapolresta Cirebon. "Diduga sama dengan yang dibawa Muhammad Syarif saat masuk ke dalam masjid," ujar Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Kamis 5 Mei 2011.



Temuan tersebut merupakan hasil pengembangan polisi atas pemeriksaan Musolah, salah seorang tersangka kasus bom Mapolresta Cirebon. Dalam pemeriksaan sebelumnya, ia mengaku pernah membuang sejumlah rangkaian bom pipa, tidak lama setelah Muhammad Syarif melakukan aksi bom bunuh diri di Masjid Az-Zikra. "Ada semacam ketakutan, makanya mereka buang ke kali," kata Boy.

Boy menjelaskan, keenam bahan peledak tersebut sedianya tengah disiapkan untuk aksi teror yang lain. Namun, rencana itu belum menentukan target ataupun waktu pelaksanaan. Begitupun dengan calon "pengantin"  atau pelaku bom bunuh diri. "Sedang kami kembangkan lebih jauh. Termasuk siapa saja yang berada di balik kelompok tersebut, siapa yang mendanai serta memberikan fasilitas," kata Boy lagi.

Musolah ditangkap tim Detasemen Antiteror bersama tiga rekannya, beberapa waktu lalu. Ia ditangkap saat berada disebuah pasar di daerah Slawi, Tegal, Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penyidikan, ia diduga ikut memberikan bantuan termasuk menyiapkan bom bersama Muhammad Syarif. "Kami juga sedang mempelajari asal granat yang kami sita saat menangkap Musolah," kata Boy.

Insiden bom bunuh diri terjadi pertengahan bulan lalu saat puluhan jemaah sedang menunaikan salat Jumat di Masjid Az-Zikra kompleks Mapolresta Cirebon. Aksi yang dilakukan Muhammad Syarif itu ikut melukai 31 jemaah, termasuk Kapolresta Cirebon Ajun Komisaris Besar Herukoco. Hingga saat ini, kata Boy, polisi sudah menetapkan status tersangka terhadap empat orang. "Belum ada yang lain," ujarnya.
Reaksi:

0 komentar: