6.03.2011

Presiden Yaman angkat bicara setelah serangan terhadap dirinya

SANA’A  – Ali Abdullah Saleh, presiden Yaman yang dibenci rakyatnya dan telah berkuasa dengan tangan besi selama hampir 33 tahun, mengatakan bahwa ia “baik-baik saja dan berada dalam kondisi kesehatan yang baik” setelah menderita luka dalam sebuah serangan di istana kepresidenan di ibukota Yaman, Sana’a.

Sejumlah orang tewas dan terluka ketika roket menghantam sebuah masjid di lingkungan istana kepresidenan di mana para pejabat termasuk Saleh tengah melaksanakan sholat pada Jumat (3/6/2011).

Setidaknya tiga penjaga dan Sheikh Ali Mohsen al-Matari, imam di masjid istana kepresidenan, telah meninggal dan beberapa pejabat lainnya mengalami luka-luka, lapor agen berita Yaman, SABA.

Presiden dibawa ke rumah sakit kementrian pertahanan dan harus dirawat karena mengalami luka.

Dalam pidato audio yang disampaikan oleh televisi pemerintah pada Jumat (3/60 malam, Saleh mengatakan serangan tersebut banyak menewaskan para perwira, dilakukan oleh sbeuah “geng penjahat”, suku Hashed yang dipimpin oleh Sadiq al-Ahmar.

“Saya salut dengan angkatan bersenjata dan tentara keamanan yang berdiri tegas untuk menghadapi tantangan ini dengan sebuah geng penjahat yang tidak ada hubungannya dengan apa yang disebut revolusi pemuda,” klaim Saleh dalam pidato audionya.

Laporan awal dari serangan istana mengisyaratkan kemungkinan kematian Saleh, di mana televisi negara

Yaman berkata kepada publik bahwa dia dalam kondisi “baik”.

Abdul Al Jandi, wakil menteri informasi mengatakan “tidak ada yang mempengaruhi kesehatannya,” ujarnya sambil menyebutkan bahwa penyelidikan tentang serangan itu telah diluncurkan.

Otoritas menyalahkan penyerangan terhadap suku pembangkang yang setia kepada Syeikh Sadiq al-Ahmar yang telah bertempur dengan pasukan rezim selama beberapa minggu terakhir.

“Perdana Menteri, ketua parlemen dan pejabat lainnya berada dalam masjid di istana presiden dan mengalami luka akibat serangan,” ujar Tareq al-Shami, juru bicara Kongres Umum Rakyat seperti yang dilaporkan AFP.
“Ahmar (suku) telah melintasi semua garis merah,” tambahnya.
Reaksi:

0 komentar: